Pelaksanaan Shalat Dhuha di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah Kecamatan Banjarmasin Utara

Authors

  • Rahmad Hidayat Sekolah Tinggi Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin
  • Muhammad Tambrin Hidayat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin
  • H. Husna Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin

Abstract

Abstrak

Hasil penjajakan awal di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin telah ditemukan salah satu kegiatan yang cukup unik, yaitu kegiatan Shalat Dhuha berjamaah setiap hari Senin sampai dengan hari Jum’at pada jam istirahat bertempat di Mushalla sekolah. Pelaksanaan kegiatan tersebut disesuaikan dengan jadwal pelajaran sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas. Hal ini menjadi unik dan layak diteliti karena kegiatan tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Kegiatan tersebut merupakan keunikan tersendiri ketika terdapat sebuah Sekolah Dasar yang ternyata telah mampu menanamkan nilai-nilai edukatif kepada semua siswa dengan melalui kegiatan keagamaan sejak dini. Pendidikan ibadah menjadi salah satu orientasi Sekolah Dasar ini dalam meningkatkan pengalaman agama Islam sesuai dengan ciri khas sekolah berbasis Islam. Kegiatan monumental seperti shalat dhuha berjamaah ini berbeda dengan kegiatan keagamaan di Sekolah Dasar pada umumnya, karena belum tentu kegiatan seperti ini diadakan di setiap Sekolah Dasar, mengingat pelaksanaannya yang rutin dan konsisten pada setiap hari masuk sekolah.

Dalam penulisan artikel ini yang menjadi subjek adalah satu orang guru pendamping shalat dhuha dan siswa yang menjadi subjek dalam penulisan ini hanya diambil dari siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang dan siswa kelas V yang berjumlah sebanyak 13 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data di lapangan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengolahan data ditempuh melalui proses interpretasi data dan reduksi data. Kemudian teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis langsung terhadap data temuan hasil penelitian berupa gambaran dalam bentuk kata-kata tentang keadaan atau kondisi objek penelitian dengan memperhatikan besar kecilnya persentase yang menonjol dari setiap indikator, dan untuk menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum.

Hasil penelitian terungkap bahwa pelaksanaan shalat dhuha di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin telah terlaksana dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor yang mendukung pelaksanaannya, kendatipun ada beberapa faktor yang kurang mendukung dan menjadi kendala dalam pelaksanaan shalat dhuha.

Faktor yang dianggap kurang mendukung dan menjadi kendala dalam pelaksanaan shalat dhuha di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin adalah tidak tersedianya poster bacaan tata cara shalat, keterlambatan siswa datang ke sekolah dan tingkat partisipasi siswa yang bisa dibilang kurang. Adapun faktor yang dipandang sebagai penunjang kelancaran dalam pelaksanaan shalat dhuha di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin adalah latar belakang pendidikan dan pengalaman guru pendamping shalat dhuha yang kompeten, didukung dengan sarana dan fasilitas serta lingkungan yang cukup memadai.

Kata Kunci:    Pelaksanaan, Shalat Dhuha, Sekolah Dasar.

Additional Files

Published

2020-12-01

How to Cite

Pelaksanaan Shalat Dhuha di Sekolah Dasar Islam Rahmatillah Kecamatan Banjarmasin Utara. (2020). AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan Dan Dakwah, 16(2), 12-24. https://jurnal.staialjamibjm.ac.id/index.php/Al_JAMI/article/view/106

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>